Metode Bisectional
Semester ini saya dapat mata kuliah namanya Rekayasa Komputasional pas awal masuk first impression saya dengan sang dosen adalah, [sensor] yang jelas ga terlalu baik, pas udah masuk materi baru aku sadar, itu dosen macam mana, ngomongnya bikin aku agak bingung, roaming bahasa lah.
Walau pakai bahasa Indonesia tapi aksennya itu aksen Minang, (masa nyebut lebih kecil dari, kecil dari???) kan gw jadi bingung haha.
Langsung saja.
Mencari akar persamaan dengan metode bisectional
Tentang Metode Bisectional.
Bi=dua, Section= wilayah. Secara kasar mencari akar dengan metode bisectional adalah metode(cara) dengan membagi-bagi jadi dua wilayah.
Contohnya gini:
Kita mau mencari angka dash diantara dot dibawah ini dengan bisectional.
-3……….-………………………………………………..5 à pertama tentuin titik awal dan akhirnya terus belah jadi dua wilayah
L……….-…………………|M|……………………………..U à kita dapat titik tengahnya 1
L……….-…………………|1|……………………………U à di cari nilai dash ada di wilayah yang mana, dalam kasus ini di warna bagian warna kuning, yang wilayah warna hijaunya di buang, nilai Mnya (1) dijadikan sebagai nilai U.
-3……….-…………………1 à lakukan iterasi lagi spt diatas dengan nilai L masih sama (-3) dan nilai U berubah menjadi (1 *nilai M pada iterasi pertama)
L……….-…|M|………………U à cari nilai tengahnya -1
L……….-…|-1|……………U à lakukan pengecekan, Buang yang warna hijau
-3……….-…-1 à Lakukan iterasi lagi, dengan nilai awal -3 dan nil akhir -1
L……|M|..-…U à cari nilai tengahnya -2
L……|-2|..-…U à lakukan pengecekan, yang kuning dibuang, nilai M nya dijadikan nilai Awal (L)
-2..-…-1 à lakukan iterasi kembali, dengan titik awal -2 dan titik akhir -1
L..-M..-1 à cari nilai tengahnya -1.5
L..-|-1.5|..U à lakukan pengecekan, M = (-1.5?) selesai
*namun pada kenyataannya, itu mustahil (harus digunakan toleransi relative)!!! |Penjelasan dibawah|
Algoritmanya
- Tentukan titik L (bawah, Low) dan titik U (Atas, Up) nya ; dimana f(L).f(U) < 0 (nilai dari fungsi L dikali nilai dari fungsi U harus lebih kecil dari 0) alasannya?
Nah digambar di bawah ini, kan tujuannya nyari akar(titik yang ijo) kalo misalnya f(L).f(U)>0 berarti kan, rangenya harus dari area positif ke negatif kan?


- Cari Titik Tengahnya antara L dan U, saya sebut M; (L+U)/2
- Periksa
- Jika f(L).f(M)<0 à titik M dianggap sebagai titik U;
- Jika f(L).f(M)>0 à titik M dianggap sebagai titik L;
- Jika f(L).f(M)=0 à titik M adalah akar (Stop)
- Lakukan iterasi kembali sampai hasilnya ketemu
Hasilnya ketemu itu di coret, kalau pakai langkah 3.c sampai f(L).f(M) = 0 itu mustahil ketemu, kalo dibuat programnya pastilah Looping forever, maka digunakan nilai toleransi ataupun toleransi relative.
Kalo kira kira udah deket banget lah.
Continue Reading »